The News
Program CSR Bursa Efek PDF Print E-mail
Written by Admin   
Saturday, 22 August 2015 08:06

Bantuan Buku-buku dari CSR Bursa Efek untuk SMA PGRI 2 Denpasar

Kualitas pendidikan di suatu negara dipengaruhi oleh sarana dan prasarana penunjang yang dimiliki oleh negara tersebut. Kemajuan perekonomian dan pembangunan di beberapa negara tidak terlepas dari kemajuan yang dimulai dari pendidikannya. Sebab bidang pendidikan memang menjadi tumpuan harapan bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia di negara tersebut.

Berbekal kesadaran tinggi untuk membantu penyediaan sarana dan prasarana pendidikan di Indonesia, PT Bursa Efek Indonesia (BEI), bersama PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) berkoordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), menyelenggarakan kegiatan Program Bantuan Perpustakaan Sekolah. Kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) yang dilakukan untuk memperingati 38 Tahun Diaktifkannya Kembali Pasar Modal Indonesia ini dilakukan di 19 Kantor Perwakilan (KP) BEI yakni berupa pemberian buku dan pengadaan sarana penunjang untuk perpustakaan.

Kegiatan Program Bantuan Perpustakaan Sekolah tersebut bertujuan agar peran perpustakaan di lingkungan sekolah dapat dimaksimalkan oleh setiap pelajarnya. Sebab peran perpustakaan di setiap sekolah sangatlah penting untuk menciptakan ruang belajar alternatif yang menarik bagi pelajar, serta dapat menjadi katalis bagi kegiatan akademik di sekolah tersebut.

Penyerahan secara simbolis bantuan sarana dan prasarana pendidikan Program Bantuan Perpustakaan Sekolah ini dilakukan secara serentak di 19 sekolah di lokasi KP BEI oleh salah satu perwakilan dari Komisaris/Direksi atau Kepala Divisi dari BEI atau KPEI atau KSEI, perwakilan Direksi Emiten, dan Perwakilan Pimpinan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) setempat kepada Kepala Sekolah dari sekolah yang dituju dengan disaksikan oleh Kepala Dinas Pendidikan setempat. Ke-19 kota tersebut adalah Riau, Padang, Lampung, Batam, Pontianak, Banjarmasin, Balikpapan, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Denpasar, Manado, Makassar, Semarang, Banda Aceh, Medan, Jayapura, Palembang, dan Jambi.

Sedangkan 19 sekolah yang menjadi tujuan bantuan pendidikan ini telah diseleksi dengan beberapa kriteria, antara lain: tidak memiliki perpustakaan atau kondisi perpustakaan yang ada saat ini membutuhkan bantuan buku-buku maupun sarana penunjang perpustakaan, tidak pernah terlibat dalam kegiatan yang mencoreng dunia pendidikan (seperti perkelahian antar pelajar), dan lebih diutamakan bagi sekolah yang memiliki prestasi di bidang akademis dan non akademis.
Ke 19 sekolah yang menerima bantuan pendidikan ini adalah SMUN 3 Banda Aceh, SMK IT Marina Al Hidayah, SMUN 15 Pekanbaru, SMUN 8 Padang, SMUN 016 Tanjung Piayu Batam, SMUN 2 Bandar Lampung, SMUN 1 Bandung, SMUN 1 Semarang, SMUN 5 Yogyakarta, SMUN 15 Surabaya, SMU PGRI 2 Denpasar, SMU Muhammadiyah 1 Pontianak, SMUN 1 Tanta Tabalong, SMU Muhammadiyah 2 Al Mujahidin, SMUN 2 Makassar, SMUN 9 Manado, SMU YPPK Teruna Bakti Jayapura, SMUN 11 Kota Jambi, dan SMU Kusuma Bangsa.

 
40 Siswa SMA PGRI 2 Denpasar Raih Nilai Sempurna PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Saturday, 21 May 2011 08:31

40 Siswa SMA PGRI 2 Denpasar Raih Nilai Sempurna Bebaskan Biaya Pendaftaran

Denpasar (Bali Post)-

Kepala SMA PGRI 2 Denpasar I Komang Arta Saputra,S.Pd., M.M., Jumat (20/5) kemarin melepas 306 siswa kelas III yang tahun ini sukses lulus 100 persen. Prestasi membanggakan ini ditambah lagi dengan sukes lainnya yakni 40 orang siswanya meraih nilai sempurna alias 10.

Arta Saputra mengatakan sukses menghantarkan 40 siswa meraih nilai 10 untuk ukuran sekolah swasta sudah sangat bagus. Bahkan ia bangga justru nilai 10 banyak diraih siswa di bidang studi kimia, mata pelajaran yang dinilai paling sukar bagi siswa.

Dari 40 siswa tersebut, empat siswa meraih nilai 10 di Matematika, enam di fisika, satu orang di biologi dan 29 orang di Kimia.

Kasek yang juga guru kimia ini mengungkapkan para siswanya sangat menyenangi guru kimia di kelas dengan PBM yang menarik. Kondisi ini menyebabkan siswa senang belajar dan PBM kimia menjadi menarik. ''Ini semua berkat kerjasama dan kerja keras guru juga,''ujarnya.

Arta Saputra juga menjelaskan bahwa lulusan SMA PGRI 2 Denpasar sudah siap kerja dan melanjutkan studi. Kedua bidang ini bisa diwujudkan karena siswa SMA PGRI 2 Denpasar menjadi sekolah percontohan dalam Program Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal (PBKL). Dengan tambahan 40 jam tiap minggu, wajar anak-anak sekolah di Perumnas Monang-Maning ini pulang pukul 18.00 wita tiap hari setelah istirahat. Bahkan di hari minggu, siswanya padat mendapat ekstra PBKL berupa guiding dan pariwisata. Siswa yang suka guiding diajak praktik di sejumlah objek wisata. Demikian juga untuk house keeping, front office dan tata hidanggan semua ditujukan untuk siap bekerja sehingga lulusannya tak ada yang menganggur.

Pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ini, Arta Saputra didampingi para wakasek Drs. I Ketut Mader, Drs. I made Suwecana. Drs. I Ketut Tantra,M.Pd., dan Dra. Ni Wayan Wirati, mengatakan akan menerima 400 siswa baru untuk 10 kelas.

Yang menarik, SMA PGRI 2 Denpasar untuk PPDB kali ini membebaskan biaya pendaftaran bagi semua peserta didik baru. Bagi lulusan SMP PGRI diberikan diskon 25 persen biaya gedung, dan diskon 20 persen bagi warga Perumnas Monang-maning. Khusus bagi siswa berprestasi minimal di tingkat daerah, juara I diberikan diskon biaya gedung 50 persen, juara II diberikan diskon 35 persen dan juara III, 25 persen. Komang Arta Saputra menyarankan agar lulusannya menunjukkan prestasi di studi lanjut, dunia kerja maupun di masyarakat.

Penekankan yang sama juga diungkapkan Pembina PPLP Dasmen PGRI Kota Denpasar, Drs. Nyoman Sudana dan Pembina SMA PGRI 2 Denpasar, A.A. Gde Netra,S.Sos. Ia mengaku bangga SMA PGRI 2 Denpasar sukses menjalankan dua fungsinya yakni mempersiapkan siswa melanjutkan studi sekaligus bekerja untuk mengatasi pengangguran di Bali. (025)

 
SMP PGRI 1 DENPASAR TEMPUH FINISH TERCEPAT PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Saturday, 30 January 2010 12:30

Denpasar(denpasarkota.go.id),

Regu putra SMP PGRI 1 Denpasar mampu menyentuh garis finish tercepat di antara 79 peserta lomba gerak jalan tahunan memperebutkan Piala Puputan Badung yang berlangsung Jumat (12/9). Tim sekolah yang bermarkas di Perumnas Monang Maning itu, mencatat waktu 3 jam 20 menit menempuh perjalanan sejauh 28 km. Peserta dilepas Wakil Gubernur Bali AAN Puspayoga di kompleks Taman Makam Pahlawan Margarana, Tabanan, pada pukul 09.30. Finis di Lapangan Puputan Badung, Denpasar.

Last Updated on Monday, 12 March 2012 08:08
Read more...